Minggu, 22 November 2009

ETIKA PROTESTAN (MAX WEBER)


Teori ini didasarkan pda fenomena empiris dimana Max Weber menemukan bahwa terdapat hubungan atau korelasi antara afiliasi agama protestan pada kondisi pra kapitalis pada kemajuan. Hal tersebut didasarkan pada fenomena banyak dijumpainya agen-agen penting (pimpinan perusahaan, tenaga teknis, dan komersial terlatih yang cenderung didominasi oleh orang-orang protestan). Etika protestan mendorong seseorang untuk bekerja sungguh-sungguh, tidak berfoya-foya, tidak konsumtif, sehingga hal-hal tersebut mendorong kesuksesan. Bagi Weber, hal inilah yang dianggab berpengaruh besar pada peralihan dari ekonomi tradisional ke arah ekonomi modern.
 Kekurangan dari teori
1. Teori ini hanya menjelaskan secara parsial variabel tingkat afiliasi seseorang pada etika protestan, tanpa berusaha menggali variabel lain yang bekerja seperti misalnya budaya masyarakat, konflik sosial, aspek politis dan variabel yang lain yang masih mungkian berpengaruh.
2. Teori ini tidak memberikan saran/ kejelasan teknis pencapaian, padahal spiritualitas, kepatuhan pada agama merupakan sesuatu yang bersifat personal dan sulit dikontrol oleh lembaga-lembaga sosial maupun Negara. Oleh karena itu teori ini lebih kearah hanya pembuktian dari suatu fenomena tanpa arahan yang jelas untuk mengkondisikan pada suatu fenomena.
 Kelebihan dari teori
1. Memberikan alternatif pemikiran dan pembuktian bahwa tidak selamanya spiritualitas dan kepatuhan pada agama bersifat oposan dengan kemajuan. Hal tersebut juga dapat memberikan jawaban pada para Marxism yang selama ini beranggapan bahwa spiritualitas agama hanya merupakan ampas dari Super struktur.
2. Agama seringkali memberikan efek-efek pada stabilitas sosial, kenyamanan sosial sehingga ketika teori ini memberikan kejelasan bahwa terdapat keselarasan antara agama dengan kemajuan, maka agama dapat menjalankan peran aktifnya dalam mengamankan kemajuan dari efek-efek negatif yang kemungkinan terjadi seperti misalnya ketidak nyamanan sosial dan distabilitas sosial.


BACK HALAMAN MUKA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar